Diskusi yang Terkonsepsikan

Minggu-minggu ini perkuliahan sudah memasuki masa diskusi kelas. Hari ini  (Rabu, 25 April 2010) saya menjadi fasilitator belajar di kelas II.B Prodi PE yang diisi dengan kegiatan diskusi dari kelompok I, yang mengusung tema tentang Hakikat Kurikulum dikaitkan dengan Implementas KTSP.

Hingga berakhirnya diskusi saya ingin katakan bahwa diskusi   yang dilaksanakan  boleh dikatakan sangat terkonsepsikan.

KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

Beberapa poin yang bisa dicatat:

  • Kelompok Penyaji tampil dengan persiapan yang matang. Mereka membagikan makalah utuh kepada kelompok mitra lainnya. Menampilkan materi dibantu dengan in-fokus dengan sajian power point yang isinya sederhana tetapi tersusun secara sistematis. Anggota Tim Penyaji mempersiapkan  pengetahuan yang akan disajikannya.
  • Kelompok Mitra (Audience) tampak enthusias mengikuti jalannya diskusi, mereka melempar berbagai isu penting dan tidak lekas  puas tetapi terus “mengejar” masalah yang sedang didiskusikan,

Disitu ada kemauan, disitu ada jalan!

Di situ ada kemauan, di situ   pula Anda bisa menjadi yang terbaik!

Tulisan ini saya buat sebagai apresiasi atas usaha keras Anda semua, semoga dapat diikuti oleh yang lainnya.

Kesulitan belajar

Minggu ini adalah batas akhir penyerahan tugas Individual kajian kritis buku tentang  Kurikulum dan Pembelajaran (Prodi Ekonomi) dan Psikologi Pendidikan (Prodi Biologi).

Saya  melihat ternyata ada sebagian yang telah berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya. Tetapi sebagian besar tampaknya masih mengalami kesulitan. Bagi yang sudah berhasil, ajarkan kepada kawan-kawan  bagaimana Anda dapat berhasil mengejarkan tugas itu. Jika Anda mau berbagi kebaikan dengan sesama, itu  adalah sebuah charity

Sementara bagi yang belum berhasil. belajarlah kepada kawan-kawan Anda yang telah berhasil agar Andapun dapat menjadi yang berhasil. Jangan biarkan diri Anda terkungkung dalam ketidakberhasilan.

Terima kasih atas jerih payah dalam belajar ini.  Nasution, salah seorang pakar mengatakan salah satu prinsip dalam belajar, bahwa belajar harus mengalami kesulitan. Ketika   Anda mengalami kesulitan dan berusaha mengatasinya artinya Anda sedang belajar.

Jika Anda tidak mau mengalami kesulitan,  betulkah Anda sedang belajar?

Proses dan Prosedur Perkuliahan

A.  Tatap muka

  • Minimal kehadiran 75 % dari 16 kali pertemuan
  • Kegiatan tatap muka lebih mengutamakan proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, dimana siswa secara aktif membangun pengetahuan dan keterampilannya melalui kerja sama dengan dosen dan mahasiswa lainnya, serta lingkungan belajar lainnya.
  • Kegiatan belajar dilakukan dalam bentuk diskusi kelompok dan diskusi kelas. Oleh karena itu, setiap mahasiswa diharapkan berpartisipasi aktif dalam setiap diskusi yang dilakukan dalam kelompok masing-masing maupun diskusi kelas.
  • Terkait dengan topik yang sedang didiskusikan di kelas, setiap mahasiswa berhak menyatakan pendapatnya sesuai dengan pemahaman dan keyakinannya masing-masing.

B. Kegiatan Mandiri

Melakukan kajian kritis terhadap bahan kuliah yang  telah disajikan dalam  diktat kuliah.

Melakukan kajian kritis terhadap buku sumber lain yang relevan. Ditampilkan dalam bentuk tayangan powerpoint, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Tayangan 1 : memuat judul buku, nama pengarang, tahun terbit, jumlah halaman dan identitas mahasiswa.
  • Tayangan 2 dan seterusnya : memuat resume/esensi dari masing-masing  bab yang disertai refleksi mahasiswa atas masing bab yang telah dipelajarinya
  • Tayangan tersebut diisimpan secara on line di website-website  yang  memungkinkan untuk dapat menyimpan file tersebut (dianjurkan menggunakan slideshare.com)
  • Mengirim tautan/link   alamat (url) tempat menyimpan file tersebut di tempat/halaman  yang telah disediakan dalam blog ini.

C. Kegiatan Kelompok

Membuat makalah dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Topik/masalah  sesuai dengan hasil pengundian
  • Bab I Deskripsi: memaparkan apa yang terjadi  terkait dengan masalah yang dibahas, maksimal 3 halaman
  • Bab II Analisi: memaparkan mengapa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya terkait dengan masalah yang dibahas, minimal 3 halaman.
  • Bab III Penutup, maksimal 3 halaman
  • Laporan makalah dikirim melalui forum komentar yang telah disediakan dalam blog ini.
  • Makalah menjadi bahan diskusi kelas dalam kegiatan tatap muka.
  • Makalah dibuat minimal sebanyak jumlah kelompok diskusi

D. Kegiatan Diskusi Kelas

Sebelum diskusi dimulai, kelompok penyaji berkewajiban mengkopi dan mendistribusikan makalahnya kepada kelompok  lain. Para peserta pun seyogyanya terlebih dahulu berusaha memahami materi yang akan disajikan melalui kajian kritis terhadap berbagai buku sumber yang relevan.

Diskusi diawali dengan penyajian masalah oleh  kelompok penyaji, dalam hal ini anggota kelompok berbagi peran sebagai keynote speaker, moderator dan notulen.

Penyajian dilaksanakan secara atraktif  dan semenarik mungkin,  bila perlu dibantu dengan menggunakan media.  Bersamaan dengan penyajian, peserta diskusi duduk bersama dengan kelompoknya masing mendikusikan makalah yang disajikan dan  menyimak penjelasan dari penyaji. Diharapkan proses diskusi berlangsung secara interaktif, baik  antara penyaji  dengan peserta maupun peserta dengan peserta.

Setelah selesai penyajian, melalui moderator mempersilahkan peserta untuk memberikan tanggapan. Secara bergiliran, setiap anggota kelompok berkewajiban untuk memberikan tanggapan  atas permasalahan/topik yang disampaikan penyaji.

Pada akhir diskusi, kelompok penyaji melempar quiz kepada para peserta terkait materi yang disajikan. Jawaban  quiz  dari masing-masing peserta disampaikan dalam halaman yang telah disediakan dalam blog ini.